Hasil Penelitian: Terlalu Banyak duduk bisa berbahaya meskipun sudah berolah-raga

Sebuah ulasan terbaru mengungkap, Olahraga teratur tidak menghapus resiko dari penyakit serius atau kematian dini yang muncul dari duduk terlalu banyak untuk tiap harinya.
Dengan menggabungkan 47 kajian sebelumnya, peneliti Kanada menemukan bahwa duduk berlama-lama tiap harinya dihubungkan dengan kemunculan kelainan jantung, diabetes, kangker, dan kematian yang secara signifikan lebih tinggi.
Dan bahkan jika peserta kajian rajin berolahraga teratur, bukti yang diakumulasikan masih menunjukkan hasil kesehatan yang lebih buruk untuk mereka yang duduk dalam jangka waktu yang lama. Namun, mereka yang melakukan sedikit atau tidak ada olahraga menghadapi resiko kesehatan yang jauh lebih tinggi.

Bahaya Duduk Lama

Bahaya Duduk Lama

“Kami temukan hubungan relative yang konsisten antar semua penyakit. Sebuah kasus yang cukup kuat bisa dibuat bahwa perilaku yang cenderung diam dan duduk kemungkinan berhubungan dengan penyakit-penyakit ini,” kata pembuat kajian Aviroop Biswas, seorang kandidat Doktor di Institut Rehabilitasi Toronto, University Health Network.
 “ketika kita berdiri, beberapa otot dalam tubuh kita bekerja sangat keras untuk mejaga tubuh tegak”, tambah Biswas, menambahkan satu teori tentang mengapa duduk itu merugikan. “ketika kita duduk dalam waktu yang lama, metabolism kita tidak bekerja sefungsional, dan ketidakaktivan dihubungkan dengan banyak efek negative.”
Penelitian tersebut dipublikasikan pada 19 Januari dalam sebuah terbitan online pada Annals of Internal Medicine. Sekitar 3.2 juta jiwa meninggal tiap tahunnya karena mereka tidak cukup aktif, menurut WHO, yang membuat banyak ketidakaktivan fisik mereka menjadi factor resiko ke empat untuk kematian seluruh dunia.
Selama kajian diulas oleh Biswas dan tim nya, definisi duduk lama beragam dari 8 jam hingga 12 jam atau lebih. Duduk, atau aktivitas tidak tegak yang sama dengan duduk seperti berkendara, menggunakan computer, atau menonton TV, sehiarusnya tidak berjalan lebih dari 4 atau 5 jam harian seseorang, kata Biswas, mengutip panduan yang diterbitkan oleh Agen Kesehatan Publik di Kanada.
“Kami menemukan bahwa olah raga sangat bagus, namun hal tersebut adalah apa yang kita lakukan dalam hari-hari kita,” katanya. “Olah raga hanya satu jam dalam satu hari, jika kita rajin, kita harus melakukan sesaatu ketika kita tidak melakukan olah raga seperti mencari alas an untuk bergerak, seperti naik tangga, atau membawa belanjaan dari pada menggunakan kereta belanja di supermarket.”
Bahaya kesehatan terbesar yang muncul dari duduk terlalu lama, menurut ulasan , yaitu 90 persen lebih tinggi resiko dari diabetes tipe 2 yang berkembang.  Di antara kajian yang memeriksa kejadian dan kematian akibat kangker, hubungan signifikan secara khusus dicatat antara perilaku duduk dan kangker payudara, usus, saluran kemih, dan rahim. Suatu kajian dalam ulasan tersebut menunjukkan  bahwa kurang dari delapan jam duduk perhari dihubungkan dengan sebuah resiko 14 persen potensi pencegahan masuk rumah sakit.
Dr. Joshua Septimus, seorang associate professor kesehatan dalam klinis di Rumah sakit Methodist Houston di Texas, menyanjung penelitian terbaru tersebut, dengan mengatakan “penelitian tersebut member data lebih banyak untuk membantu member saran untuk pasien kami.”
“ide bahwa kita bisa melakukan olah raga sekitar 15 atau 20 menit sehari dan bahwa bisa sepenuhnya menghapus bahaya apapun dari gaya hidup duduk selama 23 jam lainnya dalam sehari adalah terlalu berangan-angan,” ujar Septimus. “hal ini menunjukkan kita bahwa, ya, terdapat keuntungan pada aktivitas fisik.. namun hal tersebut tidak cukup.”
Biswas dan rekan-rekannya menawarkan tips tambahan untuk mengurangi waktu diam, termasuk melakukan rehat satu sampai 3 menit setiap setengah jam sepanjang hari untuk berdiri yang mana membakar kalori dua kali duduk atau berjalan berkeliling. Berdiri atau berolah raga sambil menonton TV, secara perlahan mengurangi waktu duduk hingga 15-20 menit sehari, menuju dua sampai tiga jam duduk lebih sedikit selama 12 jam sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>